TARGET DAN INDIKATOR

APRIL telah mengidentifikasi serangkaian indikator utama yang terkait dengan operasional perusahaan yang berkaitan dengan target APRIL2030. Indikator-indikator ini akan digunakan untuk secara akurat mengukur kemajuan yang diraih dibandingkan dengan target-target yang telah dikuantifikasi sekaligus mendukung pemantauan dan pelaporan. Kemajuan yang diperoleh dan dibandingkan dengan indikator-indikator tersebut akan dipublikasikan, sehingga memberikan transparansi bagi para pemangku kepentingan serta memungkinkan dilakukannya penilaian terhadap kinerja APRIL dibandingkan dengan target/sasaran yang telah ditetapkan.

Informasi terperinci tentang data dan metodologi yang digunakan untuk menghitung indikator-indikator tersebut dijelaskan dalam dokumen yang akan disampaikan kemudian. APRIL telah menggunakan data dari tahun 2019 sebagai angka dasar (tolok ukur) untuk mengevaluasi dan memantau kemajuan yang dibandingkan dengan tiap target.

Indikator APRIL2030

Climate Positive

IKLIM POSITIF

  • Emisi dan buangan gas rumah kaca dari penggunaan lahan dan perubahan penggunaan lahan, diukur dalam emisi bersih tCO2e
  • Kadar emisi produk (gate-to-gate), diukur dalam tCO2e/ton produk
  • Total konsumsi energi pada pabrik
  • Konsumsi energi bersih dan terbarukan/total konsumsi energi, diukur dalam persentase
  • Total konsumsi energi pada operasional serat
  • Sumber-sumber konsumsi bersih dan terbarukan/total konsumsi energi, diukur dalam persentase
Thriving Landscapes

LANSKAP YANG BERKEMBANG

  • USD per ton serat Hutan Tanaman Industri (HTI) yang dikirim per tahun, diukur dalam USD per ton serat
  • Perubahan bersih pada area konservasi dan restorasi, diukur dalam hektar
  • Kawasan hutan yang telah dipulihkan untuk meningkatkan potensi habitat
  • Perubahan yang berkesinambungan pada jasa lingkungan dan nilai penting lingkungan
  • Prakarsa yang dijalankan untuk mendukung konservasi flora dan fauna langka prioritas , terancam, dan nyaris punah, diukur dalam banyaknya prakarsa yang dijalankan
  • Prakarsa yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang dibentuk untuk mendukung perlindungan bagi satwa liar dari perdagangan ilegal, diukur dalam banyaknya prakarsa
  • Pertumbuhan rata-rata tahunan (MAI) terkirim ke pabrik, diukur dalam ton/ha/tahun
  • Lamanya tahun-kerja yang digunakan untuk berkolaborasi dengan ilmuwan dari perguruan tinggi dan lembaga penelitian, diukur dalam tahun-kerja
  • Keikutsertaan dalam dialog, lokakarya, dan konferensi di tingkat nasional dan internasional
  • Jumlah publikasi ilmiah pada terbitan dengan telaah sejawat (peer-reviewed)
Inclusive Progress

KEMAJUAN INKLUSIF

  • Tingkat kemiskinan di desa-desa yang berada dalam radius 50 km dari wilayah operasi APRIL, diukur dalam rasio jumlah orang dengan pendapatan di bawah garis kemiskinan (%)
  • Proporsi penduduk yang memiliki penghidupan yang berkelanjutan di desa-desa yang menjadi fokus dalam radius 50 km
  • Untuk anak sekolah kelas 2 dan 3: peningkatan hasil asesmen membaca dan matematika pada kelas awal, yang prestasinya diukur dalam skor yang relevan (%);
  • Untuk anak sekolah kelas 4 dan 8: peningkatan prestasi dalam Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) (proporsi siswa yang memenuhi level minimum atau peningkatan skor)
  • Untuk anak sekolah kelas 9: peningkatan prestasi dalam PISA (proporsi siswa yang memenuhi level minimum atau peningkatan skor), diukur menggunakan skor PISA
  • Rumah tangga di desa-desa yang menjadi fokus yang memiliki akses ke fasilitas kesehatan, memenuhi standar nasional yang diukur sebagai proporsi jumlah rumah tangga miskin dengan akses pada layanan kesehatan primer di desa-desa yang menjadi fokus, diukur dalam persentase
  • Rumah tangga di desa-desa yang menjadi fokus yang memiliki akses ke: lantai rumah yang baik, air bersih, dan sanitasi yang layak, yang diukur sebagai proporsi individu, rumah tangga, dan warga masyarakat, diukur dalam persentase
  • Tingkat kemiskinan di desa-desa yang berada dalam radius 50 km dari wilayah operasi APRIL, diukur dalam rasio jumlah orang dengan pendapatan di bawah garis kemiskinan (%)
  • Proporsi penduduk yang memiliki mata pencaharian berkelanjutan di desa-desa yang menjadi fokus dalam radius 50 km
  • Untuk anak sekolah kelas 2 dan 3: peningkatan hasil asesmen membaca dan matematika pada kelas awal, yang prestasinya diukur dalam skor yang relevan (%);
  • Untuk anak sekolah kelas 4 dan 8: peningkatan prestasi dalam Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) (proporsi siswa yang memenuhi level minimum atau peningkatan skor)
  • Untuk anak sekolah kelas 9: peningkatan prestasi dalam Program Penilaian Pelajar Internasional atau PISA (proporsi siswa yang memenuhi level minimum atau peningkatan skor), diukur menggunakan skor PISA
  • Rumah tangga di desa-desa sasaran yang memiliki akses ke fasilitas kesehatan, memenuhi standar nasional yang diukur sebagai proporsi jumlah rumah tangga miskin dengan akses pada layanan kesehatan primer di desa-desa yang menjadi fokus, diukur dalam persentase
  • Rumah tangga di desa-desa sasaran yang memiliki akses ke: lantai rumah yang baik, air bersih, dan sanitasi yang layak, yang diukur sebagai proporsi individu, rumah tangga, dan warga masyarakat, diukur dalam persentase
  • Prevalensi tengkes (stunting) pada balita di desa-desa sasaran, diukur dalam persentase
  • Status gizi ibu hamil yang diukur melalui kenaikan berat badan dan Indeks Massa Tubuh (BMI/Body Mass Index)
  • Jumlah ibu yang menyusui, diukur dalam persentase
  • Kesadaran orang tua terkait tanda-tanda bahaya munculnya penyakit yang umum diidap anak balita, diukur dalam persentase
  • Jumlah program pengembangan masyarakat APRIL yang dapat diakses perempuan, diukur dalam persentase
  • Persentase peserta perempuan dalam program pengembangan masyarakat APRIL
  • Jumlah perempuan yang memegang jabatan kepemimpinan, diukur dalam persentase
  • Jumlah pekerja perempuan yang bekerja di APRIL sebagai pegawai, sebagai mitra pemasok, dan sebagai pekerja kontrak di pabrik dan kebun bibit, diukur dalam persentase
Sustainable Growth

PERTUMBUHAN YANG BERKELANJUTAN

  • Persentase pemulihan bahan-bahan kimiawi berupa kapur dan soda, diukur dalam tingkat recovery rate
  • Pengolahan pemakaian air per ton produk, diukur dalam m3/ton produk
  • Persentase limbah tekstil yang digunakan per ton produksi viskosa
  • Volume limbah padat yang dikirim ke tempat pembuangan akhir per ton produk, diukur dalam berat kering metrik ton (BDMT) limbah per ton produk