slider-background

APRIL2030 Vision and Commitment

Leave a Reply

Method

To quantify the total GHG emission and removals across APRIL’s land bank from land use, APRIL follows the GHG Protocol Agricultural Guidance and IPCC Guidelines for Agricultural, Forestry, and Other Land Use. To detect the land cover change within the look-back period, i.e. 20 years APRIL utilized the remotely sensed data.

The GHG emission will be calculated as the total of carbon stock changes in woody biomass and soil organic carbon and include all major carbon fluxes such as peat decomposition, plantation growth and harvesting, and fires.

To quantify the amount of carbon unit to balance the emission, the Verified Carbon Standard (VCS), the Climate, Community and Biodiversity Standards (CCB), or other internationally accepted standard will be used.

Method

APRIL follows the international GHG protocol as developed by WRI/WBCSD to develop its emissions profile. The total emissions measured as emissions intensity is calculated based on tonnes of Scope 1 and 2 Mill Greenhouse Gas Emissions per tonne of product (paper, pulp and viscose). The emissions boundary scope covers gate-to-gate (wood processing in wood yard until pulp, paper and viscose production) of the three main GHGs: CO2, CH4, and N2O.

Baseline: 0.55 tCO2e/product tonne

Method

Mill

Calculate from the records of fuel types used the amount consumed in boilers to generate power, heat and steam including energy use for mobile & including transportation. Each of the fuel types are converted to energy expressed by Giga Joule Lower Heating Value (GJ LHV) following the IPCC guidelines.

Baseline: 87%

Forest Operations

Calculate from the records of fuel types the quantity consumed by major categories of forest management activities by Fiber operations.
This covers energy used for Forest operations, infrastructure including wood transport from estate to mill;
When a blend of fuel types is used (such as B20) the contribution to renewable and cleaner energy targets is calculated separately for each fuel rather than considering the blend as a cleaner fuel type.

Baseline: 19%

Metodologi

Untuk menghitung total emisi dan serapan GRK akibat penggunaan lahan pada seluruh areanya, APRIL mengikuti GHG Protocol Agricultural Guidance dan IPCC Guidelines for Agricultural, Forestry, and Other Land Use. Perubahan lahan dihitung berdasarkan rentang waktu tertentu, yaitu 20 tahun berdasarkan analisa data penginderaan jauh.

Emisi GRK akan dihitung sebagai total perubahan stok karbon pada biomassa tumbuhan berkayu dan bahan organik tanah, serta mencakup semua fluks/aliran utama karbon seperti dekomposisi gambut, pertumbuhan dan pemanenan tanaman, serta kebakaran lahan.

Verified Carbon Standard (VCS), Climate, Community and Biodiversity Standards (CCB), atau standar lainnya yang diterima di tingkat internasional akan digunakan untuk melakukan kuantifikasi atas jumlah unit karbon yang digunakan untuk mengimbangi emisi.

Metodologi

Untuk menyusun profil emisi, APRIL mengikuti GHG Protocol yang disusun oleh WRI/WBCSD. Intensitas emisi dihitung berdasarkan jumlah ton emisi GRK Scope 1 dan Scope 2 yang dihasilkan di pabrik per ton produk (kertas, pulp, dan viskosa). Batasan emisi mencakup tiga GRK utama pada lingkup gate-to-gate (pengolahan kayu di wood yard sampai produksi pulp, kertas, dan viskosa): CO2, CH4, dan N2O.

Metodologi

Pabrik

Konsumsi energi dihitung dari catatan jenis bahan bakar yang digunakan, jumlah yang digunakan oleh boiler untuk membangkitkan tenaga, panas, dan uap, termasuk penggunaan energi untuk mobilitas & transportasi. Tiap jenis bahan bakar diubah menjadi energi yang dinyatakan dalam Giga Joule Lower Heating Value (GJ LHV) sesuai dengan pedoman IPCC.

Angka dasar: 87%

Operasional Hutan

Konsumsi energi dihitung dari catatan jenis bahan bakar serta jumlah yang dikonsumsi oleh seluruh aktivitas-aktivitas utama pada kegiatan pengelolaan hutan untuk memproduksi serat kayu /fiber.

Ini mencakup energi yang digunakan untuk operasional hutan, infrastruktur termasuk pengangkutan kayu dari estate penanaman ke pabrik;

Apabila terdapat penggunaan jenis bahan bakar campuran (misalnya B20), kontribusi pada target energi yang lebih bersih dan terbarukan akan dihitung secara terpisah untuk tiap jenis bahan bakar, daripada memperhitungkan bahan bakar campuran tersebut sebagai jenis bahan bakar yang lebih bersih.

Angka dasar: 19%

Method

Poverty mapping is identified through:
1. Desktop analysis using National Statistics, Village Potential Statistics, SMERU Poverty Map.
2. On-the-ground verification through FGD, village transect walk, interview with community.

Baseline: 3%

Method

Number of Mill and Nursery contractor calculated based on Man Power data which grouped by gender level calculated as a monthly average.

Baseline = 2571

Method

We engaged third party to conduct assessment in APRIL-supported schools using the framework that was developed by Research Triangle Institute (RTI) and USAID.

Baseline: In development

Method

In development

Baseline: In development

Method

In development

Baseline: In development

Methodology

In development

Methodology

In development

Method

In development

Baseline: In development

Method

Women’s effective participation is identified from the participation list for each program.
Percentage of female participation is calculated by the number of women participating divided by the total participants.

Baseline = 34%

Method

The number of own and supply partners employees is calculated based on year-end Man Power data which is grouped by gender. The identification of leadership position refer to employees’ grade D2 or Manager level and above.

Baseline = 55

Metodologi

Pemetaan kemiskinan diidentifikasi melalui:
1. Analisis pustaka, menggunakan Statistik Nasional, Statistik Potensi Desa, Peta Kemiskinan SMERU.
2.Verifikasi lapangan melalui Diskusi Kelompok Terarah, penelusuran lokasi, wawancara dengan masyarakat.

Angka dasar = 3%

Metodologi

Kami melibatkan pihak ketiga untuk melakukan asesmen pada sekolah-sekolah yang mendapat dukungan dari APRIL, menggunakan kerangka yang disusun oleh Research Triangle Institute (RTI) dan USAID.

Angka dasar = Dalam proses penyusunan

Metodologi

Dalam proses penyusunan

Angka dasar = Dalam proses penyusunan

Metodologi

Dalam proses penyusunan

Angka dasar = Dalam proses penyusunan

Metodologi

Dalam proses penyusunan

Angka dasar = Dalam proses penyusunan

Metodologi

Partisipasi efektif perempuan diidentifikasi dari daftar peserta untuk tiap program.
Persentase partisipasi perempuan dihitung dari jumlah perempuan yang ikut serta dibagi dengan total peserta.

Angka dasar = 34%

Metodologi

Jumlah pegawai perusahaan dan pegawai mitra pemasok dihitung menggunakan data ketenagakerjaan pada akhir tahun yang dikelompokkan berdasarkan gender. Identifikasi jabatan kepemimpinan mengacu pada pegawai grade D2 atau tingkat Manajer dan di atasnya.

Angka dasar = 55

Metodologi

Jumlah kontraktor pabrik dan nursery dihitung berdasarkan data ketenagakerjaan yang dikelompokkan berdasarkan gender, dihitung dalam rata-rata bulanan

Angka dasar = 2571

Method

Soda content within the liquor cycle and losses are determined by means of mass balance based on daily lab analysis.
Lime volume in the lime kiln and losses are determined by means of lime make-up.

The recovery rate is calculated net of the percentage of make-up amounts added. The annual figure is based on the average monthly recovery rate.

Baseline: 96%

Method

Water consumption per tonne of product is calculated based on water consumed in the production of saleable pulp, paper, viscose staple fiber and viscose yarn measured by flow meters, via calculation and water balances divided by the production figures for saleable pulp, paper, viscose staple fibre and viscose yarn.

Baseline: 28.0 m3/tonne

Method

The DPTW utilisation rate and % of textile waste per tonne of product will be based on R&D lab/pilot/demo procedures.

Baseline: Zero state

Method

Waste disposed is recorded through various means of measurement including estimation of weight by waste type.
Particular waste types as described above are measured as a wet waste and converted to a bone dry (BD) weight. The wet waste weight is multiplied by the consistency of each waste type to determine the BD. The consistency is predetermined by the lab.

Baseline: 0.071 BDMT/tonne of product

Metodologi

Tingkat kandungan soda dalam siklus cairan lindi (liquor) serta susutnya ditentukan melalui keseimbangan massa berdasarkan analisis lab harian.
Volume kapur pada tanur kapur serta susutnya ditentukan melalui pengisian kembali kapur.

Tingkat recovery dihitung bersih dari persentase jumlah pengisian kembali yang ditambahkan. Angka tahunan didasarkan pada rata-rata tingkat pengembalian kembali bulanan.

Angka dasar: 96%

Metodologi

Konsumsi air per ton produk dihitung berdasarkan banyaknya air yang dikonsumsi dalam produksi pulp siap jual (saleable), kertas, serat stapel viskosa dan benang viskosa yang diukur berdasarkan pengukuran aliran air, melalui kalkulasi dan keseimbangan air dibagi dengan angka produksi untuk pulp siap jual (saleable), kertas, serat stapel viskosa dan benang viskosa.

Angka dasar: 28.0 m3/ton

Metodologi

Tingkat pemanfaatan Larutan Pulp yang Mengandung Limbah Tekstil (DPTW) dan % limbah tekstil per ton produk akan didasarkan pada prosedur lab/pilot/demo di bagian R&D.

Angka dasar: kondisi nol

Metodologi

Limbah yang dibuang dicatat melalui berbagai cara pengukuran, termasuk estimasi bobot berdasarkan jenis limbah.

Jenis limbah tertentu yang disebutkan di atas diukur sebagai limbah basah dan bobotnya dikonversi ke dalam satuan bone dry. Berat limbah dalam bobot basah dikalikan dengan besaran konsistensi tiap jenis limbah untuk menentukan angka dalam BD. Besaran konsistensi tersebut ditetapkan oleh lab.

Angka dasar: 0,071 BDMT/ton produk

Method

Landscape conservation funding includes restoration and conservation costs associated with the RER as well as the allocation of a proportion of the costs related to APRIL’s maintenance of conservation values under its production-protection model. The allocation is based on proportionate amount of each cost that is related to conservation and restoration.
The wood volume is based on wood delivered to the Mill.

Baseline: USD$0.7 per tonne of plantation fiber

Method

Peer-reviewed scientific journal publication standards

Baseline: 1

Method

Area within conservation is derived from land bank which is based on land cover analysis and is updated annually to capture any boundary changes, land use changes or measurement data.

Baseline: 365,751ha

Method

Reports for reforestation of previously encroached and degraded area including all areas where assisted natural regeneration, planting or enrichment planting of species that improve habitat value have taken place during the year but excludes natural regeneration.

Baseline: 275ha

Method

Methodology to be developed to measure change in ecosystem services and values over time (carbon sequestration, water provision, resource provision including fish and honey)

Baseline: not yet developed

Method

May include various initiatives relating to conservation of RTE species to be defined in a priority list, initiatives may be conducted solely or in collaboration with other stakeholders.

Baseline: 2

Method

Methodology to be developed specific to animal species and does not include plants. Qualifying initiatives may vary widely in nature but must have the animal protection as the primary objective.
Partnerships will be developed and documented in line with an overarching strategy prioritizing stakeholders and threats specific to the country of Indonesia assessed.

Baseline: in development

Method

Wood deliveries (excluding open market supply) to the mill are used as a basis to calculate MAI (Tonnes/ Ha/Yr). The MAI is based on the 3 year area weighted rolling average growth for all closed compartments.

Baseline: 20

Method

Number of scientists from universities and research institutions that have collaborated with APRIL on peatland management during the calendar year

Baseline: 9

Method

Documentation of Participation (presentation of papers or posters) in national and international dialogues, workshops and conferences

Baseline: 6

Metodologi

Pendanaan konservasi lanskap mencakup biaya-biaya untuk kegiatan restorasi dan konservasi yang berkaitan dengan RER serta alokasi sebagian pembiayaan untuk upaya APRIL dalam menjaga nilai-nilai konservasi berdasarkan model produksi-proteksi.

Alokasi tersebut didasarkan pada jumlah yang proporsional untuk tiap biaya yang berkaitan dengan konservasi dan restorasi. 

Volume kayu didasarkan pada kayu yang dikirim ke pabrik

Angka dasar: USD$0,7 untuk setiap ton serat HTI

Metodologi

Standar publikasi jurnal ilmiah yang melalui proses peninjauan sejawat

Angka dasar: 1

Metodologi

Area konservasi diperoleh dari lahan HTI yang dikelola, yang didasarkan pada analisis tutupan lahan dan diperbarui setiap  tahun untuk menyesuaikan dengan setiap perubahan tata batas, perubahan penggunaan lahan, atau perubahan data hasil pengukuran.

Data dasar: 365.751ha

Metodologi

Laporan terkait penanaman kembali pada area yang sebelumnya mengalami perambahan dan kerusakan, termasuk semua area yang telah terjadi regenerasi alami dengan perbantuan, penanaman atau pengayaan yang dapat meningkatkan kondisi habitat dalam satu tahun, namun tidak termasuk regenerasi alami.

Data dasar: 275ha

Metodologi

Metodologi akan disusun untuk mengukur perubahan nilai dan jasa lingkungan, sekuestrasi karbon, ketersediaan air, ketersediaan sumber daya termasuk ikan dan madu) dalam kurun waktu tertentu.

Data dasar: belum disusun

Metodologi

Dapat mencakup berbagai inisiatif yang terkait dengan konservasi spesies RTE yang akan ditetapkan sebagai daftar prioritas. Inisiatif dapat dilakukan sendiri atau berkolaborasi dengan pihak lainnya.

Data dasar: 2

Metodologi

Metodologi yang akan dikembangkan khusus untuk spesies satwa dan tidak termasuk tumbuhan . Inisiatif yang memenuhi syarat bisa beragam bentuknya, namun harus memiliki tujuan utama yaitu untuk melindungi satwa.
Kemitraan akan dikembangkan dan didokumentasikan sejalan dengan prioritas pemangku kepentingan serta ancaman yang spesifik bagi Indonesia.

Angka dasar: sedang disusun

Metodologi

Pengiriman kayu (tidak termasuk pemasok dari pasar terbuka) ke pabrik digunakan sebagai dasar untuk menghitung MAI (Ton/Ha/Tahun). MAI didasarkan pada pertumbuhan rata-rata bergulir tertimbang di tingkat area selama 3 tahun untuk semua kompartemen tertutup.

Angka dasar: 20

Metodologi

Jumlah ilmuwan dari perguruan tinggi dan lembaga penelitian yang berkolaborasi dengan APRIL di bidang pengelolaan lahan gambut dalam satu tahun kalender

Angka dasar: 9

Metodologi

Dokumentasi keikutsertaan (penyajian makalah atau poster) dalam dialog, lokakarya, dan konferensi di tingkat nasional dan internasional

Angka dasar: 6